Digital Network ID: Rizal Ramli
Showing posts with label Rizal Ramli. Show all posts
Showing posts with label Rizal Ramli. Show all posts

1 Jan 2023

Bisanya Cuma Bikin Video Joget, Tapi Bilang Indonesia OTW Jadi Negara Adidaya, Mas Ganjar Ngomong Apa Sih? Sono Main Tiktok Lagi!

Teknoiot - Ekonom senior Rizal Ramli ikut menyoroti pernyataan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang dengan percaya diri mengatakan kelak Indonesia bakal menjadi negara adidaya, sebab saat ini Indonesia sudah punya atribut lengkap menuju negara super power.

Menurut Rizal Ramli pernyataan Ganjar Pranowo jelas hanya sebuah retorika yang kedengarannya menyenangkan tetapi sukar untuk diwujudkan, sebab jika diukur dari kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Ganjar Pranowo kata Rizal Ramli jelas sangat tidak mampu mengantar Indonesia menjadi bangsa yang digdaya.

"Ngomong opo toh ?? Isonya rhetoric dan tik-tok kan doang,"kata Rizal Ramli dalam sebuh cuitan di akun twitternya dilansir dari Populis.id Kamis (29/12/2022).
 
Screenshoot salah satu video tiktok yang menampilkan Ganjar Pranowo



Ketimbang pusing cari cara membawa Indonesia sebagai negara adidaya, Eks Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman ini justru meminta Ganjar Pranowo fokus menjadi tiktoker sebab politisi PDI Perjuangan itu dinilai hanya pandai membuat video joget-joget tak jelas lalu pamer di media sosial Tiktok.

"Ditanya cara detailnya pasti glagapan sono main tiktok lagi," pungkasnya.

Kritik pedas pernyataan Ganjar Pranowo ini juga turut dilontarkan Pengamat Kebijakan Publik Gigin Praginanto.

Dia pesimis dengan klaim politisi PDI Perjuangan tersebut, sebab saat ini masih banyak penduduk miskin di Indonesia, salah satunya adalah Jawa Tengah yang juara satu provinsi termiskin se-Indonesia.

Gigin lantas menyinggung Ganjar Pranowo yang disebutnya telah gagal mengentaskan kemiskinan di Jawa Tengah.

“Memerangi kemiskinan di Jateng aja gagal total kok mau menjadikan Indonesia negara adidaya," kata Gigin.

Alih-alih menjadi negara super power, Indonesia kata Gigin justru terancam bubar jika kelak Ganjar menjadi Presiden selanjutnya.

Perlu diketahui Ganjar saat ini menjadi salah satu calon presiden paling potensial, namun dirinya hingga sekarang ini belum mendapatkan restu dari PDI Perjuangan kendati elektabilitasnya moncer dan bersaing ketat dengan Prabowo Subianto dan Anies Baswedan.

"Jangan-jangan (Indonesia) malah bubar,” ketus Gigin.

Sebagai diberitakan sebelumnya Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengaku Indonesia berpeluang besar menjadi negara adidaya.Kata dia Saat ini tanda-tanda menuju negara super power sudah mulai nampak.

Menurut Ganjar, salah satu tanda Indonesia bakal menjadi salah satu negara terkuat sejagat adalah masuknya Indonesia dalam daftar lima besar negara dengan perekonomian terkuat di dunia pada 2045 mendatang.

"Peluang besar kita miliki saat ini untuk mewujudkan Indonesia sebagai negara adidaya. Targetnya, pada peringatan satu abad kemerdekaan yaitu pada tahun 2045 Indonesia masuk dalam 5 besar sebagai negara dengan perekonomian terkuat di dunia," kata Ganjar.

Ref: Populis


9 Dec 2022

Berkaca dari Peru, Rizal Ramli: Tolong TNI dan BIN Monitor Taipan Penyumbang Upaya Kudeta Konstitusi

Teknoiot - Peristiwa yang menimpa Presiden Peru, Pedro Castilllo bisa menjadi gambaran nyata bagi elite politik tanah air yang coba-coba untuk melakukan kudeta konstitusi.

Pedro Castillo dicopot kongres tidak lama setelah dia mengeluarkan dekrit pembubaran parlemen dan pemerintahan luar biasa. Karena aksi melawan konstitusi tersebut, Pedro Castillo ditangkap dan dibawa ke penjara.

Bagi tokoh senior DR. Rizal Ramli, apa yang dilakukan Pedro Castilllo itu bisa menjadi contoh bagi Indonesia bagaimana memperlakukan pemimpin yang tidak amanah pada konstitusi.




“Presiden Peru, Pedro Castilllo melakukan kudeta konstitusi, segera dipecat kongress dan ditangkap. Contoh bagus untuk pemain-pemain kudeta konstitusi di RI. Mulai dibikin listnya,” tutur Menko Perekonomian era Presiden Gus Dur itu kepada redaksi, Jumat (11/12).

Sebagai langkah konkret, Rizal Ramli mendesak agar TNI dan BIN ikut melakukan pengawasan kepada para taipan yang memberi dana untuk upaya kudeta konstitusi. Artinya, tidak hanya elite politik yang ditangkap jika melakukan kudeta konstitusi, tapi juga para bohir penyumbang dana untuk upaya tersebut.


“Tolong TNI dan BIN monitor taipan-taipan yang sudah dan akan menyumbang upaya kudeta konstitusi. Mereka terlibat dalam pembiayaan tindak pidana,” tutupnya.

Ref: RMOL

30 Nov 2022

Megawati Dibuat Tak Berkutik, Rizal Ramli Ungkap Rahasia Jokowi Menjadi Presiden: Dia Berani Main...

Teknoiot - Eks Menteri Koordinator bidang Kemaritiman, Rizal Ramli, kerap mengkritik pemerintahan Presiden Joko Widodo. Tak terkecuali ketika Jokowi menemui para relawannya di Silaturahmi Akbar Gerakan Nusantara Bersatu pada Sabtu (26/11/2022).

Apalagi karena Jokowi diduga memberi dukungan kepada Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Rizal menilai Ganjar tak ubahnya Jokowi jilid dua, bahkan diduga dijuluki sebagai Pangeran TikTok.


Bagi Rizal, Jokowi tidak punya pengaruh besar untuk menentukan peta politik nasional. Bahkan "Jokowi effect" yang seolah diharapkan oleh para kandidat bakal calon presiden, bagi Rizal, hanyalah omong kosong.


Ganjar Pangeran Tik Tok disebut Rizal Ramli dalam Channel Youtube Total Politik. Rambut putih gemar main Tik Tok. (kata logika)

Topik inilah yang dibahas Rizal di kanal YouTube Total Politik. Di hadapan politikus senior PDI Perjuangan Panda Nababan, Rizal mengklaim ada orang-orang di belakang Jokowi yang sampai membayar 9 lembaga survei untuk merekayasa popularitas dan elektabilitasnya.

"Aku tahu, Panda juga tahu persis, Mbak Mega sampai last minute sama Mas Taufiq (Taufiq Kiemas) nggak mau kok (dukung) Jokowi. Pada waktu mau jadi gubernur kan maunya Foke, tapi ya popularitasnya (Jokowi) tinggi sekali nggak bisa dilawan," tutur Rizal, dikutip Suara Manado pada Selasa (29/11/2022).

Pernyataan Rizal ini merujuk pada Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2012, di mana PDIP akhirnya mengusung Jokowi dan Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok.


"Termasuk waktu Presiden, karena Mbak Mega kan masih mau (maju) sampai last minute. Datanglah 9 perusahaan polling berbayar, yang pertama bilang sama Mega dan Taufiq, 'Mega, mohon maaf, kalau Ibu yang maju, kalah. Tapi kalau PDIP dukung Jokowi pasti menang jadi presiden. Yang kedua ada bonus 'Jokowi bonus', PDIP akan nambah ke 33%'," jelas Rizal.

Bujuk rayu semacam ini tidak hanya datang dari satu lembaga survei. "Lama-lama Mega sama Taufiq (akibat imbauan) 9 perusahaan polling tadi, akhirnya goyang, dia bergeser," ujar Rizal.

"Tapi apa yang terjadi? 2014 Jokowi betul terpilih, tapi PDIP hanya naik 16,5% ke 18,5%. Kagak ada Jokowi effect dan lain-lain. Poinnya adalah Jokowi berani main-main gini," tuturnya menambahkan.

Rizal lantas mencontohkan dengan wacana Jokowi mendukung Ahok di Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017. Bahkan Kapolri saat itu, Tito Karnavian, disebut sampai mendatangi Rizal supaya mengimbau Jokowi agar tidak mendukung Ahok.

Rizal menyebut saat itu popularitas Ahok juga tergolong baik, tetapi merupakan hasil polesan dari lembaga-lembaga survei yang telah dibayar pihak di belakang Jokowi.

"Perusahaan polling yang naikin nama Ahok, Abang yang bayar semua. Terus Abang percaya hasilnya? Mohon maaf Bang, Ahok kalah," kata Rizal diduga saat berhubungan dengan Luhut Binsar Pandjaitan yang disebut memobilisasi orang-orang di sekitarnya untuk mengampanyekan Ahok.


Prediksi Rizal terbukti, sebab nyatanya Ahok kalah dari Anies Baswedan. Menurut Rizal, pola memoles elektabilitas dan popularitas dengan perusahaan polling berbayar ini yang kembali diulangi oleh Ganjar.

"Itulah perusahaan polling di Indonesia, penipuan berbayar. Nah ini diulangi lagi sama Ganjar, dia sewa lagi perusahaan polling, sewa lagi media berbayar, kelihatannya hebat banget," terang Rizal.

"Tapi masalah Indonesia ini kan terlalu kompleks, kita butuh orang-orang yang mengerti masalah, amanah, punya integritas buat nyelesaikan masalah, bukan Pangeran TikTok," pungkasnya.

Ref: Suara


English

Anies Baswedan

Tekno