Digital Network ID: Guru
Showing posts with label Guru. Show all posts
Showing posts with label Guru. Show all posts

27 Dec 2022

Kabar Gembira! 33.559 Guru Terpilih Program Guru Penggerak Kemendikbud, Cek Nama Anda di Sini!

Teknoiot - Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyampaikan sebanyak 33.559 guru yang terpilih di Indonesia.

Hasil seleksi tahap 1 gelombang 8 ini dipublikasikan berdasarkan surat edaran nomor 3515/B3/GT.00.08/2022 tanggal 18 Desember 2022.

Lantas bagaimana cara memeriksa apakah Anda telah lulus tahap 1 sebagai calon guru penggerak angkatan 8?

Yuk, simak penjelasan berikut ini sampai selesai dan temukan jawabannya.




Dilansir dari rakyatbengkulu.com dari berbagai sumber, bahwa berkenaan dengan proses seleksi tahap 1 CGP yakni:

Pendaftar CGP online melalui laman pendaftaran berjumlah 211.409 orang. Namun, hanya 64.336 orang yang memenuhi persyaratan.

Kemudian, sebanyak 33.559 orang yang lolos tahap 1 gelombang 8 dan mengikuti seleksi tahap 2.

Lalu, kandidat harus mengikuti proses seleksi tahap 2 meliputi simulasi pengajaran dan wawancara.

Berikut cara untuk mengetahui apakah Anda salah satu dari 33.559 guru yang terpilih, yakni:

1. Silakan mengunjungi situs web program guru penggerak atau klik link berikut untuk mengetahui apakah Anda telah lulus atau tidak, yakni:

https://sekolah.penggerak.kemdikbud.go.id/gurupenggerak/

2. Setelah klik login, akses akun guru penggerak Anda.

3. Kemudian, setelah Anda login ke halaman akun guru penggerak maka akan muncul notifikasi yang memberitahukan status kelulusan Anda di layar.

4. Apabila Anda berhasil dan dinyatakan lulus tahap 1, maka akan muncul pemberitahuan dengan ciri seperti ini:

“Salam guru penggerak. Selamat bapak/ibu telah dinyatakan LULUS seleksi tahap pertama calon guru penggerak angkatan 8 Pendidikan Guru Penggerak (PGP) tahun 2022”.

5. Namun, jika tidak lulus tahap 1, maka Anda akan menerima notifikasi yang berbunyi, “Mohon maaf Anda tidak lolos ke tahap selanjutnya program guru penggerak angkatan 8”.

Selain itu, Anda juga bisa memeriksa status kelulusan dengan mengunduh dokumen dari situs web guru penggerak. Ini Caranya:

1. Silakan Buka website ini https://sekolah.penggerak.kemdikbud.go.id/gurupenggerak/ untuk mengakses portal Guru Penggerak.

2. Kemudian, pilih item menu downloads.


3. Turun ke bawah dan pilih batch 8, salinan SK guru penggerak tahap 1 sudah tersedia di situs web angkatan 8.

4. Lalu, pilih “SK Tahap 1”.

(Daftar nama peserta yang maju melewati tahap 1 calon guru penggerak angkatan 8 berdasarkan wilayah masing-masing akan dipublikasikan di laman google drive yang sudah tersedia).

5. Selanjutnya, temukan dokumen dengan mencari wilayah Anda. Lalu, klik dan unduh (Daftar nama peserta yang lulus disertakan pada halaman dokumen).

7. Untuk mencari nama pada keyboard laptop Anda, tekan Ctrl + F, kemudian ketik nama dan klik enter.

8. Terakhir, apabila nama yang Anda ketik ada dalam dokumen, maka nama tersebut telah berhasil lolos seleksi tahap 1 calon guru penggerak angkatan 8.

Jadi, itulah informasi dan cara memeriksa daftar nama kelulusan tahap 1 sebagai calon guru penggerak angkatan 8.

Semoga nama Anda menjadi salah satu dari 33.559 guru yang terpilih.

Ref: Disway

25 Nov 2022

Ketahui Inilah Sejarah Hari Guru Nasional

Teknoiot - Hari guru nasional menjadi salah satu momen bersejarah di Indonesia. Berbeda dengan hari guru sedunia di bulan oktober, hari guru nasional ditetapkan pada tanggal 25 November yang diprakarsai oleh Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Hari bersejarah tersebut digagas karena perjuangan besar guru yang panjang, di mana pada masa itu, tidak semua orang bisa mendapatkan akses pendidikan. Lalu bagaimana sejarah hari guru?

Sejarah Hari Guru

Sejarah Hari Guru Nasional tidak lepas dari dibentuknya organisasi PGRI. Momen bersejarah itu diawali dari pendirian Sekolah Guru Negeri tahun 1851 di daerah Surakarta yang sebelumnya bernama Normal Cursus. Orang-orang yang mengenyam pendidikan di sekolah itu disiapkan untuk menjadi guru sekolah di desa-desa.

Ilustrasi Kondisi salah satu sekolah di dusun Malenteng Desa Erelembang Kab. Gowa 



Organisasi guru ini sebelumnya bernama Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB) yang didirikan pada tahun 1912. Kemudian berubah menjadi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGI) di tahun 1932. Perubahan nama ini ditentang keras oleh pemerintah Belanda yang kala itu masih berkuasa di Indonesia karena dianggap dapat mamantik rasa nasionalisme.


Situasi semakin buruk pada era pemerintahan Jepang. Di era ini, semua organisasi yang berkaitan dengan pendidikan dilarang. PGI tidak bisa menjalankan aktivitas hariannya, dan tidak sedikit sekolah yang ditutup.

Setelah masa vakum tersebut, pada tahun 1943 Amin singgih bersama kawan-kawannya membentuk sebuah organisasi yang bernama “Guru”. Organisasi ini bertujuan untuk memberikan teladan nyata, bahwa guru-guru Indonesia tetap menempuh kesatuan nasional.

Pada masa itu, Jepang lalu membuka pendidikan militer dan sering mengadakan pelatihan guru di Jakarta. Pelatihan itu diikuti oleh semua guru di kabupaten dan daerah.

Kemudian seperti yang diketahui, pada masa itu terjadi kekosongan pemerintahan di Indonesia, dan berhasil menjadi negara yang merdeka. Kemerdekaan ini juga menjadi modal utama dalam perjuangan dan jati diri guru di Indonesia.


Di tengah huru-hara pasca merdeka, para guru melangsungkan Kongres Pendidik Bangsa di Sekolah Guru Puteri di Surakarta, Jawa Tengah. Kongres itu dipimpin para tokoh pendidik seperti Amin Singgih, Rh. Koesnan dan kawan-kawannya yang berlangsung selama dua hari pada 24-25 November 1945. Di kongres inilah dibentuknya organisasi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Sejak saat itu, PGRI lahir sebagai wadah perjuangan kaum Guru untuk turut serta menegakkan dan mempertahankan pendidikan di Indonesia.

Kongres Pertama PGRI merumuskan tiga tujuan mulia nya, yakni:

1. Mempertahankan dan menyempurnakan Republik Indonesia.
2. Mempertinggi tingkat pendidikan dan pengajaran dengan dasar kerakyatan.
3. Membela hak dan nasib buruh umumnya, serta hak dan nasib guru khususnya.


Dari sejarah itu, pemerintah Republik Indonesia melalui Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994, menetapkan hari lahir PGRI pada tanggal 25 November yang ditandai sebagai Hari Guru Nasional.






English

Anies Baswedan

Tekno